Skip to main content

“Yo, Ayo”: Berpeluk dan Sejuk

Foto : koran jakarta/ones

Apakah Asian Games bisa diperpanjang barang seminggu saja? Kalaupun tak ada tambahan medali yang dibagi, cukuplah dengan adanya kegembiraan yang ditimbulkan.

Ungkapan ini tidak berlebihan, manakala dikaitkan dengan adanya sikap optimistis, berdasarkan hasil Asian Games yang akan berakhir besok.

Rangkaian drama demi drama membuat kita sebagai tuan rumah menjadi bangga dan terpompa semangat nasionalisme seakan belum pernah dirasakan bersama.

Terutama dengan drama megah ketika dua capres yang akan berlaga tahun depan, Joko Widodo dan Prabowo Subianto, berpelukan dalam balutan bendera Merah Putih.

Ini terjadi tanpa direncanakan ketika pesilat Hanifan Yudani Kusumah, 20 tahun, berlari ke podium VVIP, setelah mengalahkan lawannya dan dinyatakan menang dengan medali emas.

Hanifan berlari mengelilingi lapangan dengan bendera Merah Putih, kemudian menghormat kepada Ibu Megawati, Presiden ke-5 RI, kepada Wapres Jusuf Kalla, para petinggi lainnya, dan klimaksnya berpelukan dengan Jokowi, Prabowo, sebelum akhirnya bertiga berpelukan.

Aura sejuk seketika terasakan dalam gegap gempita, tepuk tangan, dan terutama pancaran wajah-wajah gembira penuh senyum, tawa, bahagia.

Sungguh luar biasa, dan bukan sebuah kebetulan. Keberadaan para petinggi di tempat itu mempunyai alasan. Dan peristiwa drama yang menyatukan tokoh nasional benar-benar menyejukkan.

Suasana politik yang panas dan terus meninggi, seketika cles, sejuk, lembut, menyegarkan. Olahraga memperlihatkan kesaktiannya: olahraga bukan hanya soal medali, bukan hanya soal skor, bukan hanya soal kecepatan, ketinggian atau kejauhan semata.

Olahraga mampu menyatukan pada hal-hal yang baik. Permusuhan, kebencian, “politik identitas”, terlupakan. Jojo—Jonathan Christie, pemenang medali emas badminton tunggal pria, tidak dipersoalkan lagi apakah memperlihatkan tanda salib ketika mensyukuri kemenangan.

Yang muncul justru cuitan Jojo saat membuka kaos dan telanjang dada. Komentar “emak-emak”, sebutan yang akan terus diucapkan, menyebutkan sebagai “menghangatkan rahim”.

Ini istilah lain yang mengganti kata bergairah. Dan ketika pelukan dalam Merah Putih, ungkapan yang muncul adalah: menghangatkan rahim Ibu Pertiwi. Suasana kebersamaan menjadi menonjol dan terasakan justru persatuan di atas segalanya.

Kemenangan Jojo, kemenangan Hanifan adalah kemenangan semua anak bangsa. Teriakan kegembiraan untuk Indonesia. Dalam kalimat yang sempat terucap oleh Prabowo Subianto:

“Kalau untuk kepentingan nasional, kita harus bersatu.” Kalau untuk kepentingan nasional, agaknya juga termasuk pemilihan presiden. Pemilihan presiden bukan menjadi pembeda antara saya dengan kamu.

Bahwa kamu bukan saya, dan saya bukan kamu. Bahwa kita bermusuhan dalam hal apa pun. Kalau untuk kepentingan nasional, pelukan itu bermakna besaar dan mempengaruhi.

Sekurangnya di akar rumput, juga di ring politik yang dekat dengan kekuasaan, ikut menjadi sejuk. Itu yang terasakan. Sehingga muncul keinginan agar Asian Games diperpanjang.

Sebagai harapan, sebagai humor, sebagai tanda mengakui yang sekarang ini baik adanya, dan bisa lebih baik lagi.

Kalau untuk kepentingan nasional kita jadikan dasar pendekatan, rasanya masih akan kita temukan tanda-tanda itu sampai dengan penutupan besok. Atau jauh sesudah itu. Semoga tambah sejuk, tambah peluk.

Comments

Popular posts from this blog

Urutan Viewers Instagram Stories Berdasarkan Apa? Ini Penjelasannya!

Urutan viewers instastory paling atas berdasarkan apa? Ayo pasti penasaran kan? Nah sejak keluar algoritma Instagram terbaru kemarin, urutan viewers snapgram teratas atau yang melihat instastory paling atas adalah mereka yang paling perhatian sama kamu. Maksudnya mereka itu sering sekali kepo atas kehidupan kamu. Walaupun mereka tidak pernah melakukan like atau berkomentar di foto yang kamu upload, tapi mereka selalu buka profil ig kamu untuk melihat foto terbaru kamu serta snapgram kamu tak ketinggalan juga. Tidak percaya? Coba deh kamu cek sendiri viewer ig story kamu, nah yang melihat atau instastory viewer paling atas pasti orang-orang yang sama meski orang tersebut jarang like atau berkomentar pada foto Instagram kamu. Jadi saat kamu membuat Instagram story terbaru maka saat mereka membuka aplikasi Instagram di hp nya snapgram kamu lah yang akan muncul pertama kali disebelah kiri atas ig mereka. Nah sudah paham kan yang aku jelaskan di atas. Dari sini kamu bisa tau siapa yang...

Cara Menghapus Timeshift Receiver Parabola di Flashdisk

Satelit Indonesia update bagaimana cara membuang file timeshift di receiver parabola dengan mudah. Belakangan banyak yang mengeluh adanya file timeshift.dat muncul di flashdisk atau memori card akibat di colokkan ke receiver parabola terutama untuk yang berchipset montage. Contoh beberapa receiver yang menggunakan file timeshift seperti keluarga skybox A1, receiver K0S seperti matrix burger S2, Tanaka Jurasic dan masih banyak yang lain. Sebenarnya apa itu file timeshift dan kenapa muncul di flashdisk atau penyimpan lain saat di colokkan ke USB receiver. File timeshift bisa dibilang adalah memori virtual, gunanya untuk menyimpan data saat ada aksi tertentu. Untuk kasus di receiver, timeshift itu digunakan untuk pada saat aksi PVR atau bahasa enaknya rekaman. Jadi saat merekam, ts transfer nya digeser dan pergeseran ini butuh penyimpan makanya dibentuk file timeshift ini. Masalahnya ukuran file timeshift ini lumayan besar, dan bisa saja mengikuti ukuran ruang bebas di disk penyimp...

Tragis Ini Kronologis Penjambretan yang Berujung Kematian

Laporan Wartawan Tribun Medan / Victory Arrival Hutauruk TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejahatan di jalanan semakin merajalela, khususnya di Kota Medan. Penjambretan dan begal semakin meresahkan masyarakat. Terbukti dengan terjadinya terungkapnya kasus penjambretan hingga mengakibatkan kematian pada 2 September 2017 oleh Polrestabes Medan. Wakapolrestabes Medan AKBP Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan kronologi yang terjadi di malam sekitar pukul 21.50 wib. Dimana modus operandi keempat pelaku orang beraksi dengan cara memepet korban dan merampas tas yang sedang disandang. "Pelaku sebanyak empat orang mengendarai dua sepeda motor mengincar tas korban Maimunah yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Medan Binjai Km 11,7 Sunggal," terangnya, Rabu (6/9/2017) di Halaman Polrestabes Medan. Namun nahas, setibanya di simp. Jl. Sukabumi baru, saat pelaku menarik tas sandang. Kedua korban terjatuh menyebabkan Maimunah luka memar di leher dan leher sedangkan s...