PESTA Lampion untuk menyemarakkan perayaan tahub baru Imlek di kawasan Pecinan Pasar Gede Solo, menjadi lahan usaha baru bagi pedagang kecil yang menjual pernak-pernik Imlek, terutama miniatur barongsai dan liong mainan.
lebih dari 100 pedagang mainan barongsai dan pernak-pernik Imlek yang mengaku berasal dari Cirebon menggelar dagangan mainan di kawasan Kelenteng Tien Kok Sie Pasar Gede.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Pemkot Solo, Agus Sis Wuryanto menyatakan, para pedagang mainan barongsai berasal dari luar Kota Solo. Sebagian besar dari wilayah Cirebon.
Sejak beberapa tahun terakhir, para pedagang berdatangan sejak Panitia Imlek Bersama Kota Solo memajang ribuan lampion di kawasan Pasar Gede.
"Mereka berjualan pada malam hari sewaktu lampion dinyalakan di sekitar Pasar Gede. Para pedagang itu tidak mengganggu lalu lintas dan pengunjung pesta lampion, karena mereka diberi tempat berjualan di sisi timur Pasar Gede,” kata Agus kepada wartawan, Jumat (1/2/2019).
Hal itu diketahui setelah Satpol PP mendata identitas dan memberikan pengarahan kepada para pedagang. Agus menegaskan, Satpol PP tidak melarang para pedagang luar kota itu berjualan, tetapi mereka diminta tidak mengganggu ketertiban dan tidak melanggar aturan.
Menurut dia, pesta lampion di Pasar Gede untuk menyemarakkan perayaan Imlek, merupakan lahan untuk mengais rezeki bagi pedagang kecil asongan termasuk yang datang dari luar kota.
Ia menambahkan, aparat Satpol PP ditugaskan mengawasi ketat para pedagang termasuk yang berjualan mainan barongsai. Pengawasan dan pengamanan ketat untuk mencegah tindak kriminal, karena keramaian pesta lampion berpotensi munculnya para pencopet dan tindak pidana lainnya.
Comments
Post a Comment